LAPORAN PENGETAHUAN BAHAN HASIL
PERTANIAN
PENGAMATAN SIFAT FISIK BUAH DAN
SAYUR
DISUSUN
OLEH:
MULYANSYAH
0910580819005
PUTRI NURUL HIKMAH
0910580819010
INDAH
0910580819002
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL
PERTANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDENRENG RAPPANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebutuhan gizi manusia, diperolehlah sumber makanan
dari tumbuhan dan hewan. Panen bahan pangan, baik yang berasal dari tumbuhan
maupun hewan, terjadi secara periodik, berkaitan dengan perputaran bumi
mengelilingi matahari. Kesulitan lebih lanjut terjadi pada hasil bumi yang
berasal dari tumbuhan dan hewan yang mulai mengalami kerusakan segera sesudah
panen, pemungutan atau pemotongan. Beberapa kerusakan yang terjadi sering
disertai dengan pembentukan senyawa beracun, disamping hilangnya nilai gizi
bahan pangan Pada umumnya kimia tanaman dan hewan memiliki banyak persamaan.
Dalam hal ini diharapkan, dan memang sesungguhnya telah ditemukan, bahwa wujud
kehidupan memerlukan unsur-unsur kimia yang sama. Struktur tanaman tertinggi
terpenting yang digunakan sebagai bahan pangan ialah buah-buahan dan biji – bijian kering. Dibandingkan dengan
serealia dan tanaman bergula (tebu dan gula bit) bahan pangan sayur-sayuran
diproduksi paling banyak dan biasanya produksinya geografis terbatas.
Buah-buahan adalah bagian tanaman hasil perkawinan
putik dan benang sari. Pada umumnya bagian tanaman ini merupakan tempat biji.
Dalam pengertian sehari-hari, buah diartikan sebagai semua produk yang
dikonsumsi sebagai pencuci mulut, misalnya mangga, pepaya, pisang dan
sebagainya.
Buah dan sayur merupakan jenis pangan yang mudah rusak karena kandungan
airnya yang cukup tinggi sehingga memungkinkan bakteri dan mikroba lain tumbuh
didalamnya dann hal ini bisa menurunkan mutu pangan. Penurunan mutu pangan
tersebut disebabkan karena sayur dan buah setelah dipetik masih melakukan
proses metabolisme dan aktivitas respirasi. Jaringan pada buah dan sayur yang
telah dipetik aktif melakukan respirasi yang bertujuan untuk mempertahankan
hidupnya dengan cara merombak pati
menjadi gula. Pada proses tersebut, dihasilkan air secara terus-menerus
sehingga mengakibatkan kelayuan saat penyimpanan karena praktis tidak ada
suplai air lagi. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayur
adalah dengan penyimpanan pada suhu rendah agar aktivitas mikroba, enzim,
maupun respirasi dapat dihambat.
B.
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat
mengetahui sifak fisik dari beberapa jenis buah dan sayur.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pepaya
Buah pepaya tergolong buah yang banyak
digemari oleh masyarakat. Daging buahnya lunak dengan warna merah atau kuning,
rasanya manis dan menyegarkan karena mengandung banyak air. Nilai gizi buah
pepaya cukup tinggi karena banyak mengandung provitamin A dan vitamin C, juga
mineral kalsium, selain itu dengan mengonsumsi buah pepaya ini akan memudahkan
orang yang mengkonsumsi buang air besar (Kalie, 1999).
Pepaya memiliki kandungan gizi yang
lengkap, yang jarang terdapat pada buah-buahan lain. Disamping itu, buah pepaya
juga merupakan sumber enzim papain dan pektin yang bernilai ekonomi sangat
tinggi. Buah pepaya merupakan komoditas pertanian yang relatif murah harganya
sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat di segala lapisan. Sementara
produk-produk olahan yang dihasilkan dari buah pepaya ini memiliki nilai
ekonomi yang sangat tinggi dan banyak diminati oleh konsumen dalam dan luar
negeri. Kondisi semacam ini sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Suprapti, 2005).
B. Kacang Panjang
Sebagian besar tanaman yang dibudidayakan
adalah tanaman tetraploid. Ada dua bentuk tanaman utama, yaitu tipe menjalar
dengan pertumbuhan merayap atau menyebar dan tipe semak dengan pertumbuhan agak
lebih tegak dan kurang menyebar (Tindal, 1983).
Tanaman kacang panjang memilki akar dengan
sistem perakaran tunggang. Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu
akar besar yang merupakan kelanjutan batang. Sistem perakaran tanaman kacang
panjang dapat menembus lapisan olah tanah pada kedalaman hingga 60 cm dan
cabang-cabang akarnya dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sp. Untuk
mengikat unsur nitrogen (N2) dari udara sehingga bermanfaaat untuk menyuburkan
tanah. Kacang panjang dapat menghasilkan 18 kg bintil akar/tahun atau setara
dengan 400 kg pupuk urea (Mandiri, 2011).
C. Klasifikasi
Klasifikasi tanaman kacang panjang menurut
Anto, (2013) sebagai berikut:
Divisi
: Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subkelas
:
Dicotyledonae
Ordo
: Rosales
Famili
: Leguminoceae
Genus
: Vigna
Spesies
:
Vigna sinensis L.
D. Syarat Mutu
Buah kacang panjang berbentuk polong,
bulat, dan ramping, dengan ukuran panjang sekitar 10 - 80 cm. Polong muda
berwarna hijau sampai keputih- 7 putihan, sedangkan polong yang telah tua
berwarna kekuning-kuningan. Setiap polong berisi 8 - 20 biji (Samadi, 2003).
Menurut
BSN (2009) pepaya digolongkankan dalam 3
(tiga) kelas mutu, yaitu:
1.
Kelas
super
Pepaya bermutu paling baik (super)
yaitu mencerminkan ciri varietas/tipe komersial, bebas dari kerusakan, kecuali
kerusakan sangat kecil.
2.
Kelas
A
Pepaya bermutu baik yaitu
mencerminkan ciri varietas/tipe komersial, dengan kerusakan kecil yang
diperbolehkan sebagai berikut:
-
sedikit penyimpangan pada bentuk;
- sedikit
kerusakan pada kulit buah (seperti memar akibat benturan, terbakar sinar matahari
dan/atau kena getah).
- total kerusakan tidak lebih 10 % dari luas
permukaan kulit dan tidak mempengaruhi daging buah.
3.
Kelas
B
Pepaya bermutu baik yaitu
mencerminkan ciri varietas/tipe komersial dengan kerusakan yang diperbolehkan
sebagai berikut:
- penyimpangan pada bentuk;
- penyimpangan warna;
- kerusakan
pada kulit buah (seperti memar akibat benturan, terbakar sinar matahari dan
atau kena getah);
- sedikit
bekas serangan hama dan penyakit. - total kerusakan maksimum 15 % dari luas
permukaan kulit dan tidak mempengaruhi daging buah.
Menurut BSN (2009), ketentuan mengenai
ukuran kode ukuran ditentukan berdasarkan bobot buah dengan bobot minimum buah
200 gram, sesuai dengan Tabel 2.1.
Tabel 2.1. Kode ukuran berdasarkan bobot
Kode ukuran
|
Berat (gram)
|
1
|
> 2500
|
2
|
2001 – 2500
|
3
|
1501 – 2000
|
4
|
1101 – 1500
|
5
|
801 - 1100
|
6
|
701 - 800
|
7
|
601 - 700
|
8
|
501 - 600
|
9
|
401 - 500
|
10
|
301 - 400
|
11
|
200 - 300
|
Sumber: BSN, 2009
BAB
III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 28 November
2019, waktu 13:00 WITA, bertempat di Laboratorium Dasar Lantai 2 Fakultas
Saintek UMS Rappang.
B. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1.
Penggaris
2.
Timbangan
3.
Pisau
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
1.
Pepaya
2.
Kacang panjang
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja praktikum untuk buah adalah sebagai
berikut:
1.
Warna, aroma dan rasa
Amati warna, aroma dam penampakan umum jenis bahan yang
disediakan. Khusus untuk buah lakukan pencicipan untuk mengetahui rasanya.
2.
Bentuk
Gambar
semua bahan yang tersedia dan beri keterangan secukupnya pada gambar tersebut.
3.
Berat
Timbang
semua bahan yang telah disediakan dengan timbangan. Catat berat masing-masing.
4.
Ukuran
Ukur panjang, lebar dan tinggi/tebal masing-masing
bahan dengan menggunakan penggaris, jangka sorong atau mikrometer sekrup.
5.
Kekerasan
Lakukan
pengamatan terhadap kekerasan bahan secara subjektif dengan cara dipijit
menggunakan jari tangan
6.
Penampang Melintang Buah
Potong
melintang masing-masing buah, amati dan
gambarkan penampang melintangnya.
BAB
IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Adapun
hasil pengamatan buah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Buah
Tabel 2. Hasil
Pengamatan Sifat Fisik Buah
Parameter
Sifat Fisik
|
Kelompok
|
||
I
(Semangka)
|
II
(Pepaya)
|
III
(Mangga)
|
|
Warna
|
Merah muda
|
Hijau kekuningan
|
Hijau
|
Aroma
|
Aroma khas semangka
|
Aroma khas pepaya
|
Aroma khas mangga
|
Rasa
|
Manis (rasa khas semangka)
|
Manis (rasa khas pepaya)
|
Manis keasaman (khas mangga)
|
Berat
|
1 kg
|
1 kg
|
336,2 gram
|
Panjang
|
25,5 cm
|
28 cm
|
12 cm
|
Lebar
|
15,5 cm
|
14,5 cm
|
7 cm
|
Diameter
|
16 cm
|
15 cm
|
7,5 cm
|
Sumber : Data Primer Hasil Pengamatan
Sifat Fisik Buah, 2019
2. Sayur
Tabel 3. Hasil
Pengamatan Sifat Fisik Sayuran
Parameter
Sifat Fisik
|
Kelompok
|
||
I
(Wortel)
|
II
(Kacang
Panjang)
|
III
(Bayam)
|
|
Warna
|
Jingga dengan bercak-bercak cokelat
|
Hijau muda
|
Hijau
|
Aroma
|
Aroma khas wortel
|
Aroma khas kacang panjang
|
Aroma khas daun bayam
|
Berat
|
75,5 gram
|
22,6 gram
|
2,2 gram
|
Panjang
|
11,5 cm
|
69,5 cm
|
16 cm
|
Lebar
|
3,5 cm
|
0,8 cmm
|
19 cm
|
Diameter
|
3 cm
|
0,7 cm
|
9 cm
|
Sumber : Data
Primer Hasil Pengamatan Sifat Fisik Sayuran, 2019
B.
Pembahasan
Menurut BSN (2009) pepaya digolongkankan dalam 3 (tiga) kelas
mutu, yaitu:
1.
Kelas
super
Pepaya bermutu paling baik (super)
yaitu mencerminkan ciri varietas/tipe komersial, bebas dari kerusakan, kecuali
kerusakan sangat kecil.
2.
Kelas
A
Pepaya bermutu baik yaitu mencerminkan
ciri varietas/tipe komersial, dengan kerusakan kecil yang diperbolehkan sebagai
berikut: - sedikit penyimpangan pada bentuk; - sedikit kerusakan pada kulit
buah (seperti memar akibat benturan, terbakar sinar matahari dan/atau kena
getah). - total kerusakan tidak lebih 10 % dari luas permukaan kulit dan tidak
mempengaruhi daging buah.
3.
Kelas
B
Pepaya bermutu baik yaitu
mencerminkan ciri varietas/tipe komersial dengan kerusakan yang diperbolehkan
sebagai berikut: - penyimpangan pada bentuk; - penyimpangan warna; - kerusakan
pada kulit buah (seperti memar akibat benturan, terbakar sinar matahari dan
atau kena getah); - sedikit bekas serangan hama dan penyakit. - total kerusakan
maksimum 15 % dari luas permukaan kulit dan tidak mempengaruhi daging buah.
Dari pengataman yang dilakukan, kami dapat
menyimpulkan bahwa buah yang kami amati yaitu buah pepaya termasuk dalam kelas
A, dengan bobot yang termasuk dalam kode ukuran yang ke 5 yaitu 801-1100 gram
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pepaya memiliki kandungan gizi
yang lengkap, yang jarang terdapat pada buah-buahan lain. Disamping itu, buah
pepaya juga merupakan sumber enzim papain dan pektin yang bernilai ekonomi
sangat tinggi. Daging
buahnya lunak dengan warna merah atau kuning, rasanya manis dan menyegarkan karena
mengandung banyak air. Nilai gizi buah pepaya cukup tinggi karena banyak
mengandung provitamin A dan vitamin C, juga mineral kalsium, selain itu dengan
mengonsumsi buah pepaya ini akan memudahkan orang yang mengkonsumsi buang air
besar. Buah kacang panjang berbentuk polong, bulat, dan ramping, dengan
ukuran panjang sekitar 10 - 80 cm. Polong muda berwarna hijau sampai keputih- 7
putihan, sedangkan polong yang telah tua berwarna kekuning-kuningan. Setiap
polong berisi 8 - 20 biji.
B.
Saran
Saran saya yaitu
untuk mendapatkan data dan pemahaman yang baik dan benar, lakukanah kegiatan
praktikum ini dengan serius. Pahami cara menggunakan alat sebulum praktikum.
Pelajari terlebih dahulu materi tentang apa yang akan dipraktikumkan. Teliti
dalam melihat nilai yang diperoleh dari pengukuran agar memperoleh hasil yang
lebih baik dan akurat serta mengikuti apa yang diistruksikan oleh asisten agar
praktikum berjalan dengan lancar.
DAPTAR PUSTAKA
Anto, Astri.
2013. Teknologi Budidaya Kacang Panjang. Penyuluhan Pertanian BPTP. Kalimantan Tengah.
Badan
Standardisasi Nasional. 2009. Standar Nasional Indonesia Pepaya. SNI 4230:2009. Badan Standardisasi Nasional.
Jakarta.
Kalie, M. B.
1999. Bertanaman Pepaya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mandiri, T, K,
T. 2011. Pedoman Bertanam Kacang Panjang. Nuansa Aulia, Bandung.
Samadi, B. 2003.
Usaha tani kacang panjang. Kanisius. Yokyakarta.
Suprapti, L.
2005. Teknologi Pengolahan Pangan Tepung Tapioka Dan Pemanfaatannya. PT. Gramedia Pustaka: Jakarta.
Tindall, H. D.
1983. Sayuran Di Tropis. Mac Milan Press Ltd. London.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar